Tangis Haru Warnai Penyerahan Santunan Anak Yatim

KABARPEMALANG – Isak tangis haru para ustad dan puluhan pengunjung mewarnai pemberian santunan kepada 100 anak yatim yang diselengga...



KABARPEMALANG – Isak tangis haru para ustad dan puluhan pengunjung mewarnai pemberian santunan kepada 100 anak yatim yang diselenggarakan Pondok Muhasabah Karomatul Hiknah Bismillah di Taman Patih Sampun, Jalan Gatot Subroto, Sirandu, Minggu (01/10).


Suasana haru menjadi lengkap ketika hujan turun rintik-rintik diatas taman kota yang menjadi tempat penyelenggaraan acara. Satu per satu anak yatim yang disantuni berjalan mendekat deretan ulama dan para ustadz untuk menerima santunan.

Keharuan bermula ketika Ustadz Lantoso selaku pimpinan Pondok Muhasabah Karomatul Hikmah Bismillah, memeluk dengan erat penuh kasih sayang kepada seorang anak yatim yang datang padanya. Air mata ustadz yang dikenal gemar terhadap seni budaya warisan leluhur itupun deras mengalir. Dalam kondisi air mata mengalir pula dia mendekap hangat anak yatim berikutnya, dan ternyata hal serupa dialami oleh ustadz lain. Seperti halnya Ustadz Tejo, yang sesenggukan menangis sambil memeluk seorang anak.

Pada acara yang dihadiri ratusan pengunjung panitia penyelenggara juga menyajikan sebuah hiburan segar bagi anak-anak, yakni Badut Sulap dari SMK Texmaco. Sementara Kyai Azis turut hadir menyampaikan tausiah seputar kewajiban kita terhadap anak yatim.

Pemberian santunan kepada anak yatim telah menjadi agenda rutin setiap tahun bagi Pondok Muhasabah yang bertempat di Desa Kramat Kecamatan/Kabupaten Pemalang. Dari tahun ke tahun jumlah anak yatim yang disantuni mengalami peningkatan. Seperti disampaikan Ustadz Tejo, tahun sebelumnya hanya dalam hitungan puluhan anak yatim. Kemudian mengalami peningakatan menjadilebih dari 50 anak. Dan untuk tahun ini jumlah anak yatim yang menerima santunan mencapai 100 anak.

Menurut Ustadz Lantoso, dana yang digunakan untuk memberi santunan dihimpun dari para dermawan. Termasuk anggota Pondok Muhasabah yang berada di Pemalang maupun bekerja di perantauan seperti Jakarta. (Ruslan Nolowijoyo).
Reaksi: 

Related

seputar-pemalang 4815905884006619071

Post a Comment Default Comments

Text Widget

item