Pemalang Pusere Jawa, City Branding Itu



Bupati serahkan potongan tumpeng kepada tokoh masyarakat
Bupati Pemalang H Junaedi, SH, MM, mengatakan, untuk memperkuat dan mengimplementasikan potensi yang ada di Kabupaten Pemalang kepada masyarakat luas, konsep motto Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman dan Sehat (IKHLAS) dinilai masih kurang.

Sejalan dengan perkembangan jaman dimana tingkat kompetisi semakin tinggi, Kabupaten Pemalang membutuhkan branding yang dapat mencerminkan identitas, sejarah, budaya dan gaya hidup masyarakat yang dapat membedakan dengan daerah lain.

Dan branding itu sekarang sudah ada didepan mata, namanya ‘Pemalang Pusere Jawa’, dirancang melalui proses nan panjang, melalui tahapan-tahapan njelimet sayembara yang digegulang tim work solid yang dikomendani Bappeda.

Bupati menjelaskan, potensi dan identitas Pemalang tergambar dalam city branding ini. Potensi kelautan, perikanan, tanaman pangan dan buah-buahan serta makanan olahan khas yang semua mempresentasikan Kabupaten Pemalang yang pada 24 Januari 2017 akan memperingati Hari Jadi ke 442.


Pemalang sebagai ‘pusere’ tanah Jawa, menurut bupati, punya dasar kuat. Diantaranya kajian akademis Universitas Indonesia tahun 2011 lalu membuahkan kesimpulan letak geografis Pemalang  tepat ditengah Pulau Jawa. Ini bisa diasumsikan bahwa Pemalang berada pada titik ditengah bentangan garis dari Anyer ke Panarukan versi petinggi penjajah bertangan besi, Willem Daendels.

Rabu Pahing 28 Desember 2016, hanya 5 hari menjelang pungkasan tahun atau 29 hari menjelang peringatan Hari Jadi ke 442. Logo dan slogan city branding itu dilaunching di pendopo. Ditandai dengan penyematan PIN kepada para tokoh masyarakat, pemotongan tumpeng dan pelepasan balon di halaman. Dengan rangkaian acara tersebut seakan semua yang hadir ingin berseru, ‘Pemalangku sekarang selangkah lebih maju’. (Mbah Nolo)
Reaksi: 

Related

serba-serbi 1689713261710489026

Post a Comment Default Comments

Text Widget

item