Kabar Pemalang - Seperti yang kita ketahui bersama, harga kebutuhan pokok selalu naik menjelang datangnya hari raya idul fitri setiap tahunnya. Tidak hanya harga bahan kebutuhan pokok saja yang selalu naik, harga gas elpiji pun selalu naik dan cenderung langka di beberapa tempat. Dengan adanya kenaikan harga tersebut, secara otomatis para pedagang juga menaikkan harga barang dagangannya.


ilustrasi sembako/net
Hal ini diungkapkan oleh Warsih, pedagang sayuran keliling ini yang mengungkapkan, harga sayuran yang ada di Pasar Pagi Pemalang sudah naik, secara otomatis, dia pun menaikkan barang dagangannya agar barang yang dia jual dapat terjual dan dia pun tidak merugi.


“Wah, Mas, harga di pasar pagi semua naik. Dari sayuran, cabai, bahkan jajan pasar pun naik jika menjelang lebaran Idul Fitri seperti sekarang ini. Jika saya tidak menaikkan harga dagangan saya, ya pasti saya merugi, mas.”, Ungkapnya.


Di tempat terpisah, ditemui di ruang kerjanya beberapa saat lalu, ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemalang, Ujianto, mengatakan jelang lebaran, semua bahan kebutuhan pokok sudah pasti naik harganya. Untuk itu, perlu diadakan operasi pasar.

“Operasi pasar sudah tentu harus diadakan, guna mengantisipasi adanya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok jelang lebaran”, katanya.

Dengan adanya operasi pasar, diharapkan dapat mengantisipasi kenaikan harga bahan kebutuhan seperti sembako, sayur mayur, atau pun harga gas elpiji baik itu 3 kg dan 12 kg. Jika tidak diadakan operasi pasar maka sudah dapat dipastikan harga bahan kebutuhan pokok tersebut akan meroket dan tidak dapat dijangkau oleh para konsumen.

Lebih lanjut, Ujianto atau yang akrab disapa Uut ini mengatakan jika operasi pasar tidak diadakan, konsumen tidak akan mampu membeli bahan kebutuhan pokok tersebut, dan pasti para pedagang pun akan merugi yang dikarenakan barang dagangannya akan utuh tidak terjual.

“Ketika operasi pasar tidak diadakan, maka harga bahan kebutuhan pokok pasti akan meroket. Jika harga meroket, sudah pasti para pedagang akan meroket, karena barang dagangannya tidak terjual.”, ungkapnya.

Terakhir, Ujianto menambahkan adanya operasi pasar juga bertujuan untuk mencegah adanya bahan kebutuhan pokok yang tidak layak dikonsumsi namun masih dijual oleh pedagang tanpa memperhatikan tanggal kadaluarsa, faktor kesehatannya atau bahkan sengaja menjual bahan kebutuhan pokok yang tak layak lagi seperti daging glonggongan maupun ayam tiren.


“Adanya operasi pasar juga bertujuan untuk mencegah bahan kebutuhan pokok yang tidak layak dikonsumsi seperti tanggal kadaluarsa yang habis, munculnya jamur, hingga dijualnya daging glonggongan atau ayam tiren yang memang dicampur dengan daging segar. namun masih dijual oleh para pedagang, demi meraup keuntungan jelang hari raya idul fitri”, tandasnya. (Dentang)